OPERASI YUSTISI POLRES TRENGGALEK GANDENG TURONGGO YAKSO

Polres Trenggalek – Ada yang menarik dalam penertiban dan operasi yustisi yang digelar oleh Covid-19 hunter dan tim penegak disiplin protokol kesehatan di Trenggalek.Ya, diantara petugas nampak beberapa orang yang mengenakan baju tradisional khas penari jaranan. Rabu (23/9).

Usut punya usut, keberadaan penari jaranan lengkap dengan barongan ini memang sengaja dihadirkan untuk membantu sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Tak ayal, konsep edukasi yang terbilang unik ini pun sukses mencuri perhatian masyarakat.

Pada saat yang sama, covid-19 hunter yang merupakan petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP memeriksa suluruh pengendara yang kebetulan melintas di jalan raya tepat didepan halaman stadion menak sopal. Bagi yang tidak mengenakan masker, siap-siap berhadapan dengan petugas untuk dilakukan penindakan tegas berupa teguran tertulis hingga denda dan wajib mengikuti sidang ditempat yang digelar secara virtual.

Tak berhenti disitu, usai penertiban, kegiatan dilanjutkan dengan public address diseputaran pasar Jarakan yang berjarak 500 meter dari lokasi pertama.

Di pasar tradisional yang berbatasan langsung dengan jalan raya tersebut, Kasatbinmas Polres Trenggalek AKP Suyono, S.H., M.Hum. yang memimpin langsung kegiatan menyampaikan imbauan agar para pedagang maupun pengunjung pasar mematuhi protokol kesehatan.

“Kita gandeng komunitas seni jaranan turonggo yakso untuk membantu edukasi kepada warga tentang pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan dengan melakukan 4M, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman atau physical distancing dan menjauhi kerumunan.” Ujar AKP Suyono.

“Jadi, selain edukasi masyarakat juga terhibur sekaligus melestarikan budaya Trenggalek” Imbuhnya

Selain itu, petugas gabungan dan para penari jaranan ini juga membawa papan spanduk bertuliskan `Maskeran itu Keren` dan pakai masker yang benar biar sehat luur` . Bukan itu saja, petugas juga membagikan ratusan masker gratis kepada masyarakat.

Menurut AKP Suyono, sosialisasi masif dan penindakan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan sedikit banyak telah merubah pola pikir masyarakat ke arah adaptasi kebiasaan baru. Kendati demikian masih saja sering dijumpai warga yang abai atau menggunakan masker tetapi tidak digunakan menutup mulut dan hidung melainkan diletakkan didagu.

“Ini yang terus kita gencarkan. Jika kesadaran pakai masker sudah menjadi budaya maka kita tingkatkan lagi dengan edukasi tentang bagaimana cara menggunakan masker yang baik dan benar sehingga bisa melindungi secara maksimal.” Ujarnya.

Sementara itu, novi salah satu warga yang kebetulan berada di pasar Jarakan menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan ide kreatif melibatkan komunitas seni jaranan tersebut. Menurutnya ide ini sangat efektif untuk mendorong masyarakat patuh protokol kesehatan.

Selain itu, selama pandemi covid-19 juga berdampak terhadap komunitas seni jaranan yang vakum kegiatan selam abeberap abulan terakhir. Pelibatan penari jaranan tentu sangat bagus sebagai media sosialisasi sekaligus memberi wadah eksistensi bagi para pencita seni jaranan di kota Trenggalek.

“Salut untuk petugas yang melibatkan komunitas seni jaranan. Semoga kedepan bisa melibatkan komunitas seni yang lain.” Ucapnya.

 

Source: Polres Trenggalek

Shortlink

Related posts